STIE Rajawali Purworejo menyelenggarakan kegiatan Intervensi Penelitian Fundamental Reguler pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapabilitas pemasaran inklusif bagi pelaku UMKM, khususnya penyandang disabilitas dan keluarga pendamping.
Kegiatan diawali dengan pemaparan hasil penelitian oleh Ketua Tim Peneliti sekaligus Ketua STIE Rajawali Purworejo. Berdasarkan kajian terhadap 40 informan, ditemukan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha, di antaranya keterbatasan modal, akses pelanggan, bahan baku, peralatan produksi, serta masih minimnya pemanfaatan platform pemasaran digital.
Selanjutnya, Dr. Dewi Shanti Nugrahani, S.E., M.M., M.Par. menyampaikan materi mengenai strategi digital branding inklusif. Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya membangun identitas merek, menampilkan foto produk yang menarik, menyusun informasi promosi, serta memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan kepercayaan dan daya tarik konsumen.

Materi berikutnya disampaikan oleh Haris Apriyanto, S.P. yang membahas strategi pemasaran digital melalui media sosial secara konsisten dan kreatif. Peserta diajak memahami karakteristik platform WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok, termasuk pemanfaatan konten edukasi, hiburan, inspirasi, promosi, serta testimoni pelanggan untuk memperluas jangkauan pemasaran.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai evaluasi konten promosi, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Gemini untuk membantu pemasaran bagi penyandang disabilitas, serta peluang pemasaran melalui Koperasi Gapura UMKM Purworejo.
Melalui kegiatan intervensi ini, diharapkan hasil penelitian tidak hanya menghasilkan rekomendasi akademis, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Penguatan pemasaran digital yang inklusif diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas dan mendorong UMKM tumbuh lebih mandiri, adaptif, serta berdaya saing.onco

