FGD Sampling Mitra Strategis Bahas Keberlanjutan Program dan Pemenuhan Hak Difabel

Purworejo – Forum Group Discussion (FGD) Sampling Mitra Strategis digelar sebagai bagian dari upaya menggali perspektif pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai entitas jejaring terkait keberlanjutan program pemberdayaan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas di tingkat desa.

FGD ini membahas sejumlah aspek strategis, khususnya keberlanjutan kebijakan, alokasi anggaran, partisipasi warga difabel dalam perencanaan pembangunan, serta perubahan sikap kelembagaan pasca-program pendampingan.

Salah satu fokus pembahasan adalah keberadaan kebijakan atau Peraturan Desa (Perdes) yang menjamin pemenuhan hak difabel, termasuk bagaimana implementasi dan pengalokasian anggarannya pada tahun 2026. Selain itu, peserta juga mendiskusikan sejauh mana warga difabel telah dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) maupun dalam posisi strategis pada lembaga seperti Komunitas Difabel Desa (KDD) atau Disabled People’s Organization (DPO).

Dalam FGD tersebut, STIE Rajawali Purworejo hadir sebagai salah satu mitra strategis. Kehadiran akademisi diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi, pemerintah desa, organisasi penyandang disabilitas, serta berbagai pihak terkait dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

STIE Rajawali Purworejo diwakili oleh Dr. Hesti Respatiningsih, S.E., M.Par. yang turut memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan program pemberdayaan difabel tetap berjalan setelah masa pendampingan intensif berakhir.

FGD juga menggali bentuk koordinasi antara pemerintah desa, aliansi DPO, perguruan tinggi dan mitra lainnya dalam menjaga keberlanjutan layanan inklusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk komitmen bersama untuk memastikan pemenuhan hak difabel tidak berhenti pada program, tetapi menjadi bagian dari kebijakan dan praktik pembangunan desa secara berkelanjutan.