Gelar Workshop Bina Talenta Indonesia 2026, STIERa Implementasikan Program Kemendiktisaintek

Purworejo – STIE Rajawali Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Workshop Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahun 2026 bertema “Diktisaintek Berdampak untuk Penguatan Ekosistem UMKM dan Social Entrepreneurship di Kabupaten Purworejo.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Aula STIE Rajawali Purworejo ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pelaku UMKM, serta mitra strategis.

Workshop ini merupakan implementasi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam mendorong perguruan tinggi menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

Ketua Panitia, Bambang Supoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan STIE Rajawali Purworejo terhadap kebijakan Diktisaintek Berdampak, yaitu transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Workshop menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi motor penggerak penguatan UMKM dan kewirausahaan sosial di daerah. serta menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama adalah Irvan Yuliastono, Kepala Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang menyampaikan materi “Peran Mahasiswa dalam Penguatan Ekosistem UMKM Purworejo melalui Diktisaintek Berdampak.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk mendukung pengembangan UMKM.

Narasumber kedua, Anna Probowati, Direktur PT Karya Adi Satya Yasa, membawakan materi “Social Entrepreneurship untuk Perubahan Nyata.” Ia mengajak peserta memahami bahwa kewirausahaan sosial tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui inovasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Hesti Respatiningsih, Ketua STIE Rajawali Purworejo, menyampaikan materi “Integrasi Misi Sosial dan Keberlanjutan Ekonomi UMKM di Purworejo.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, STIE Rajawali Purworejo berharap dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep Diktisaintek Berdampak, penguatan ekosistem UMKM, serta pengembangan social entrepreneurship sebagai salah satu strategi membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, peserta diharapkan mampu menjadi agen transfer pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan masing-masing.

Workshop ini juga diharapkan menjadi momentum lahirnya jejaring kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, dunia usaha, dan berbagai mitra strategis dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan sosial di Kabupaten Purworejo. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di lingkungan STIE Rajawali Purworejo sendiri, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai program pendampingan UMKM berbasis hasil penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Ketua Panitia, Bambang Supoyo, berharap Workshop Bina Talenta Indonesia 2026 menjadi awal lahirnya berbagai inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan workshop semata, tetapi mampu menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak. STIE Rajawali Purworejo berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha sosial yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo,” ungkap Bambang Supoyo.

Melalui penyelenggaraan Workshop Bina Talenta Indonesia 2026, STIE Rajawali Purworejo kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah melalui inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.